SOAL UAN DIJAGA KETAT BOSSS!! :)

Dinas Pendidikan Kabupaten Serang, Minggu (20/4) menerima distribusi materi soal berbagai mata pelajaran untuk ujian nasional (UN) SMA/SMK/MA tahun 2008. Untuk Rayon Serang, lembaran soal UN diterima oleh panitia lokal yang dibentuk Dinas Pendidikan Kabupaten Serang, sekira pukul 06.30 WIB. Lembaran soal itu akan berada di Dindik Serang hingga Senin (21/4), sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah untuk pelaksanaan UN secara serentak, Selasa (22/4). Tiba di Dindik Serang yang berada di kawasan Penancangan Serang, materi soal yang dibungkus kardus tersebut langsung diamankan di Aula Dindik Serang yang langsung dijaga puluhan angota polisi dari Polres Serang. “Kalau pengawalan dari pusat ke sini (Serang-red), yang ngawalnya dari Polda Banten. Tapi, karena sekarang sudah jadi tangung jawab panitia lokal, penjagaan juga dari Polres Serang,” ujar Kabid Pembinaan SMA/SMK Dindik Serang Asep Nugraha, Minggu (20/4) pagi. Menurut Asep, soal-soal tersebut akan berada di Dindik Serang hingga pagi ini (Senin, 21/4). Selanjutnya, soal untuk SMA akan langsung didistribusikan ke sub-sub rayon, yakni sub rayon barat, tengah, dan timur. Untuk barat akan diamankan di SMAN Kramatwatu, wilayah tengah di SMAN I Serang, dan timur di SMAN Ciruas. “Kalau untuk soal SMK, dibagi menjadi dua rumpun. Untuk rumpun bisnis akan kita titipkan di SMKN I Serang sementara rumpun teknologi di SMKN 2 Serang,” papar Asep. Selama di sub rayon, lanjut Asep, pengawalan tetap sangat ketat, karena selalu dijaga oleh anggota kepolisian dan pemantau independen. Begitu juga saat pendistribusian ke sekolah-sekolah, pengawalan dari kepolisian dan tim independen tak akan pernah lepas. “Kami sudah berkomitmen untuk menjadikan UN tahun ini UN yang bersih, jujur, dan fair, sesuai dengan prosedur operasional standar,” lanjut mantan Kabid TK/SD Dindik Serang ini. Ditanya jumlah sekolah yang mengikuti UN, Asep mengungkapkan, 100 sekolah akan mengikuti UN, yakni 23 SMAN, 42 SMA swasta, 4 SMKN dan 31 SMK swasta. Sementara jumlah siswa yang akan mengikuti UN sebanyak 11.203 orang yang terdiri dari 7.433 siswa SMA dan 3.770 siswa SMK. “Meski jumlah sekolah yang ikut UN ada 100, tapi yang menjadi penyelenggara UN hanya 72 sekolah. Karena tidak semua sekolah menjadi penyelenggara UN,” lanju Asep. Pantauan Radar Banten, selain dari anggota kepolisian, pemantauan dan pemeriksaan juga dilakukan tim independen yang terdiri dari gabungan dosen dari perguruan tinggi di Banten. PRESTISE SEKOLAH Tolok ukur kualitas sekolah yang dinilai Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) melalui UN ternyata memancing kecurangan di tingkat lapangan. Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai, dengan pertaruhan prestise tersebut, setiap sekolah dikhawatirkan akan berbuat segalanya demi mempertahankan nama baik sekolahnya. ”Jalan yang termudah, ya membocorkan jawaban UN kepada siswa,” kata Ade Irawan, koordinator bidang monitoring dan pelayanan umum ICW saat dihubungi, kemarin. (jas/jpnn)

sumber Radar banten :P

~ oleh Kan9 Ran99a di/pada 19UTCp30UTC04bUTCSat, 26 Apr 2008 13:14:19 +0000 17 2007.

Tinggalkan Balasan